Aqeela Hafiza Aspuji Raih Penyaji Terbaik Nasional di UNESA Berkat Prototipe Crane Mini

oleh -44 pembaca
oleh

Luwu Timur, – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Aqeela Hafiza Aspuji, murid kelas IX UPT SMPN 2 Malili, yang berhasil meraih predikat Penyaji Terbaik Protipe kategori murid pada kegiatan Bina Talenta Indonesia yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Senin (10/11/2025).

Aqeela meraih penghargaan tersebut setelah bersama timnya menyajikan karya protipe crane mini sederhana yang dinilai unggul oleh dewan juri. Kegiatan nasional yang berlangsung selama enam hari ini mempertemukan peserta didik berbakat dari seluruh Indonesia, dan dari ratusan peserta, presentasi Aqeela tampil menonjol.

Prototipe crane mini yang dipresentasikan dianggap istimewa karena konsep mekanikanya sederhana, jelas, mudah direplikasi, serta disertai penyampaian yang komunikatif dan meyakinkan. Aqeela dan timnya mampu menjelaskan rancangan, mekanisme kerja, proses pembuatan, hingga potensi pemanfaatan crane mini dalam pembelajaran IPA dan teknik sederhana.

Kemampuan Aqeela menyampaikan penjelasan secara runtut serta menjawab pertanyaan juri dengan percaya diri menjadi nilai plus hingga mengantarkannya meraih predikat tertinggi.

Kepala UPT SMPN 2 Malili, Hj. Mardiah As’ad, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga kepada Aqeela. Dengan bimbingan yang tepat dan kemauan yang kuat, ia mampu bersinar di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Kabupaten Luwu Timur, serta membuktikan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk terus berkreasi.

Sementara itu, Guru Pembimbing, Ilmal, menegaskan bahwa proses panjang yang dilalui Aqeela merupakan bagian terpenting dari keberhasilannya.

“Aqeela menunjukkan kedisiplinan dan rasa ingin tahu yang tinggi. Ia tidak hanya membuat protipe, tetapi juga belajar berpikir kritis dan bekerja efektif dalam tim. Hasil ini adalah buah dari kerja kerasnya,” jelasnya.

Aqeela sendiri menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Saya tidak menyangka bisa sampai di tahap ini. Saya belajar banyak tentang kerja sama, cara menyampaikan ide, dan memecahkan masalah saat membuat protipe. Terima kasih kepada guru pembimbing dan teman-teman yang selalu mendukung. Semoga prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman lain,” ungkapnya dengan haru.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa siswa-siswi Luwu Timur mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi dan kerja keras. (Ani)