Banjir Lumpur Terjang Jalan Umum di Ussu Luwu Timur, Aktivitas Tambang PT PUL Kembali Jadi Sorotan Warga

oleh -7 pembaca
oleh
Publik pertanyakan kerja DLH, Apa.....?

Video kondisi lapangan memperlihatkan genangan lumpur pekat di akses publik. Warga menilai keselamatan pengguna jalan dan dampak lingkungan harus segera ditangani

Luwu Timur, — Aktivitas pertambangan PT Prima Utama Lestari (PT PUL) di Desa Ussu, Kecamatan Malili, kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video yang memperlihatkan jalan umum dipenuhi aliran lumpur berwarna cokelat kemerahan saat hujan deras. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan serta dugaan dampak lingkungan di sekitar area tambang.

Peristiwa yang terekam dalam video menunjukkan kendaraan kesulitan melintas di tengah genangan lumpur tebal yang menutup badan jalan. Arus material bercampur air hujan tampak mengalir deras dari area yang berada di sekitar jalur operasional tambang menuju akses publik.

Publik pertanyakan kerja DLH, Apa…!Warga sekitar menilai persoalan ini bukan kejadian pertama. Mereka menyebut protes terkait penggunaan jalan umum oleh kendaraan dan aktivitas operasional tambang telah berulang kali disampaikan, terutama karena jalur tersebut juga digunakan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan beraktivitas sehari-hari.

Menurut sejumlah warga, penggunaan akses publik untuk kepentingan hauling maupun mobilitas tambang seharusnya disertai langkah mitigasi keselamatan yang memadai, termasuk pengendalian lumpur, drainase, serta perlindungan bagi pengguna jalan lain.

“Airnya meluap hingga ke jalan, saya hanya pastikan laporan dan memantau langsung di lokasi, kerja kami hanya mengawal kerja pertambangan sebagai aktifitas pemerhati lingkungan tapi ditanggapi lain dengan orang yang diduga sebagai bagian dari PT PUL, ternyata mereka bagian tim produksi perusahaan,” ungkap warga sekitar yang enggan namanya disebut. Senin (27/04/26).

Jangan diam dan pembiaran, jangan tutup mata 

 

Sementara itu, mereka dari pihak yang disebut sebagai tim produksi perusahaan terdengar menyampaikan bahwa status jalan merupakan kewenangan pemerintah, sehingga perusahaan dinilai memiliki keterbatasan untuk melakukan penanganan penuh. Pernyataan itu kemudian memunculkan tanggapan dari warga yang berharap seluruh pihak, baik perusahaan maupun pemerintah, tidak saling melempar tanggung jawab atas kondisi di lapangan.

Selain persoalan jalan, masyarakat juga menyoroti pembukaan lahan di sekitar area tambang yang dinilai perlu diawasi ketat agar tidak meningkatkan risiko longsor, sedimentasi, maupun limpasan material saat curah hujan tinggi.

Warga meminta pemerintah daerah, instansi teknis, dan aparat terkait segera turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan, mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan, serta memastikan keselamatan pengguna jalan umum tetap menjadi prioritas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak PT PUL terkait video yang beredar dan kondisi jalan tersebut.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya keseimbangan antara aktivitas industri dan perlindungan ruang hidup masyarakat, agar pembangunan tidak menimbulkan risiko baru bagi warga sekitar.