LUWU TIMUR — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kediaman keluarga besar Bintang Kilat/H. Daeng Serang di Jalan Kelapa, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Ahad (22/2/2026).
Bupati Irwan Bachri Syam hadir langsung mengikuti tahlil tiga hari wafatnya almarhum H. Janung bin Badang, sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Luwu Timur Ramadhan Pirade, Wakapolres Luwu Timur Hajriadi, Anggota DPRD Luwu Timur Firman Udding, sejumlah kepala OPD, Kapolsek Malili Awaluddin, Camat Malili Hasimning, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Almarhum H. Janung menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 19 Februari 2026, di RS Sawerigading Palopo, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD I Lagaligo Wotu akibat sakit yang dideritanya. Almarhum wafat pada usia 73 tahun, meninggalkan seorang istri, 15 orang anak, 40 cucu, serta 4 cicit.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab, sederhana, dan dekat dengan masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga lingkungan sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi yang bersahaja.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Ia juga menuturkan keyakinannya akan kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada almarhum.
“Khusus kepada keluarga besar H. Daeng Serang dan seluruh rumpun keluarga yang berduka, kita kehilangan orang tua kita yang wafat di hari Jumat dan di bulan Ramadan. Dua kemuliaan ini, Insya Allah menjadi pertanda kebaikan bagi almarhum,” ujar Bupati Irwan.
Ia menambahkan, sebagai manusia biasa, keyakinan akan rahmat Allah SWT menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Insya Allah beliau adalah penghuni surga Allah. Mewakili pemerintah daerah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang dibawakan oleh Ustadz Daud, dan ditutup dengan buka puasa bersama serta salat Magrib berjamaah.





