Bupati Luwu Timur Tegaskan Peran Guru Cegah Bullying di Sekolah

oleh -10 pembaca
oleh

Sorowako, — Kasus bullying atau perundungan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Luwu Timur dan viral di media sosial mendapat perhatian serius dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Ia menegaskan pentingnya peran guru dalam melakukan pengawasan lingkungan sekolah guna mencegah terjadinya tindakan perundungan terhadap peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Irwan saat memberikan sambutan pada Penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di Lapangan Ini Aku, Sorowako, Kecamatan Nuha, Senin sore (19/01/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan secara khusus meminta para guru, terutama wali kelas, untuk lebih proaktif dalam melindungi murid dan siswa dari segala bentuk bullying, baik fisik maupun verbal.

“Saya mengajak seluruh guru untuk bersama-sama menangkal dan mencegah aksi bullying atau perundungan terhadap anak-anak kita, khususnya siswa yang masih duduk di bangku sekolah,” tegas Irwan.

Ia menyinggung kasus perundungan yang terjadi di Desa Atue, Kecamatan Malili, yang dinilainya telah mencederai rasa keadilan masyarakat, orang tua, serta dunia pendidikan di Luwu Timur. Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi perbincangan publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.

“Kejadian ini sangat kita sesalkan. Hanya berselang beberapa saat setelah peristiwa terjadi, warganet langsung digegerkan dengan viralnya aksi tidak terpuji tersebut,” ujar Irwan dengan nada prihatin.

Sebagai kepala daerah, Irwan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Batara Guru itu. Menurutnya, kasus perundungan terhadap anak dan remaja merupakan persoalan serius yang harus menjadi pelajaran bersama bagi seluruh elemen masyarakat.

“Kasus ini sangat miris dan harus menjadi pembelajaran bagi kita semua, baik pemerintah, pendidik, orang tua, maupun lingkungan sekitar,” tutupnya.