Luwu Timur, Telusur-news.com — Kecelakaan air terjadi di perairan Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026) sore. Sebuah perahu tradisional atau bala-bala tenggelam setelah diduga dihantam ombak besar disertai angin kencang.

Berdasarkan laporan Satpolairud Polres Luwu Timur, perahu tersebut sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tokalimbo menuju kawasan Tanjung Batu, Desa Loeha. Perahu digunakan untuk mengantar keluarga menuju kebun merica.
Saat dalam perjalanan, perahu yang dikemudikan Baso Alam alias Pak Aco tersebut berada di sekitar Tanjung Kassi-Kassi ketika kondisi perairan disebut mengalami ombak besar dan angin kencang.
Perahu kemudian terbalik dan tenggelam.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera meneruskan informasi kepada masyarakat. Kepala Desa Loeha kemudian berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Bantilang untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.
Para korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bantilang untuk mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan medis.
Dua korban yang dinyatakan meninggal dunia masing-masing Indo Mandeng (52) dan Jumarding (22). Sementara enam korban yang berhasil diselamatkan terdiri dari lima penumpang dan seorang pengemudi perahu, ungkap AKP Djemi Ramos.
Hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas Bantilang menyebutkan kedua korban meninggal dalam kondisi pucat dan tidak ditemukan denyut nadi.
Untuk memastikan penyebab kematian, dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut melalui autopsi. Namun, berdasarkan laporan kepolisian, keluarga kedua korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.
Polisi Temukan Bangkai Bala-Bala
Sehari setelah kejadian, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, tim gabungan Satpolairud, Satreskrim dan Polsek Towuti bersama masyarakat Desa Loeha melakukan pencarian sekaligus pengecekan lokasi kejadian.
Pencarian dipimpin Kasatpolairud Polres Luwu Timur AKP Djemi Ramos didampingi Kapolsek Towuti Iptu Hasmin Mariong, S.H. dan KBO Satpolairud Ipda Basri Baco, S.H.
Sekitar pukul 10.00 WITA, tim menemukan perahu yang tenggelam sekitar 160–165 meter dari pinggir Danau Towuti, di sekitar Tanjung Kassi-Kassi.
Petugas kemudian mengevakuasi perahu beserta sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi.
Perahu tersebut diketahui berukuran sekitar delapan meter dengan lebar satu meter, berbahan fiber dan berwarna hijau. Polisi juga menemukan mesin, pompa, beras, perlengkapan pribadi serta sejumlah barang kebutuhan rumah tangga.
Seluruh barang kemudian diamankan di Pelabuhan Soppa, Desa Loeha, untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan
Polres Luwu Timur masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain kondisi perahu dan mesin, jumlah serta kapasitas penumpang, kondisi cuaca, angin dan gelombang saat kejadian, serta keterangan korban selamat dan para saksi.
Polisi juga mendalami informasi bahwa sebelum keberangkatan, pengemudi perahu sempat mendapat peringatan agar berhati-hati karena kondisi Danau Towuti disebut mulai mengalami ombak besar dan angin kencang.
Dengan demikian, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan hanya dari kondisi cuaca, karena kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap berbagai faktor yang berkaitan dengan kejadian.
Telusur-news.com akan mengikuti perkembangan penyelidikan dan informasi resmi kepolisian terkait kecelakaan air tersebut.





