LUWU TIMUR-Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 di Kecamatan Tomoni Timur berlangsung aman dan lancar. Kegiatan ibadah ini dipusatkan di halaman masjid pada enam desa yang tersebar di wilayah tersebut.

Sejak pukul 06.00 WITA, jamaah sudah mulai berdatangan ke lokasi pelaksanaan Sholat Ied. Mereka datang dengan berbagai cara, mulai dari berjalan kaki hingga menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, menciptakan suasana kebersamaan yang khidmat.
Sholat Idul Fitri diawali dengan pembacaan sambutan seragam Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam. Sambutan tersebut dibacakan oleh para kepala desa dan imam, di antaranya Kepala Desa Margomulyo Suwanto, Kepala Desa Purwosari Lagoyo, Imam Desa Manunggal Ponimin, Imam Desa Cendana Hitam, Penjabat Kepala Desa Cendana Hitam Timur Duma, serta Imam Desa Pattengko.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kembali pada kesucian hati dan kejernihan niat. Ia mengajak masyarakat untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, serta menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Ia juga menyampaikan bahwa Ramadan telah mendidik umat untuk menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi sesama. Kehadiran manusia diharapkan menjadi rahmat bagi lingkungan, dengan tangan yang gemar berbuat kebaikan dan hati yang penuh empati.
Nilai-nilai spiritual tersebut, lanjutnya, harus ditransformasikan menjadi energi pembangunan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen menjadikan nilai keimanan sebagai landasan dalam menggerakkan roda pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat.
Bupati turut memaparkan capaian pembangunan daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 6,55 persen pada 2024 menjadi 5,79 persen pada 2025, serta penurunan tingkat pengangguran dari 4,58 persen menjadi 3,70 persen. Pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 3,27 persen menjadi 3,70 persen di tengah tantangan global.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan sejumlah program prioritas pasca-Idul Fitri, seperti Program Pejuang Subuh bagi pelajar, program Satu Desa Satu Ambulans, bantuan operasional petugas keagamaan, santunan lansia, hingga pembangunan infrastruktur strategis. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan gotong royong demi mewujudkan Luwu Timur yang lebih sejahtera. (#)





