Tinjau Lokasi Rembesan Minyak di Towuti, Rusdi Layong Desak PT Vale Lakukan Pemulihan Total

oleh -22 pembaca
oleh
Oplus_131072

Luwu Timur, – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Rusdi Layong, turun langsung meninjau lokasi rembesan minyak yang mencemari aliran sungai di Dusun Molindowe, Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Sabtu (23/8). Insiden ini disebabkan oleh kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk, yang terjadi pada pagi hari dan langsung mendapat penanganan darurat dari pihak perusahaan dan pemerintah.

Dalam pengamatannya di lapangan, Rusdi melihat keseriusan tim PT Vale dalam menghentikan laju pencemaran. “Malam ini, berdasarkan hasil pengamatan kami, kondisi area yang tercemar akibat tumpahan kebocoran pipa minyak HSFO menunjukkan adanya sedikit perbaikan dibandingkan sebelumnya. Kami melihat keseriusan PT Vale dalam melakukan pengendalian pencemaran dengan menurunkan semua tim kerja sejak pagi hingga malam hari,” ujar Rusdi.

Meski demikian, Rusdi menegaskan bahwa penanganan tidak boleh berhenti di tahap tanggap darurat saja. Ia mendorong PT Vale untuk segera masuk ke tahap pemulihan (recovery) yang menyeluruh, khususnya terhadap sungai, jaringan irigasi, dan lahan pertanian yang terdampak.

“Kami berharap setelah penyelamatan awal, PT Vale segera melakukan pemulihan agar para petani bisa kembali menggarap lahan mereka seperti semula,” tegas legislator Partai Gelora itu.

Sebelumnya, pihak pemerintah kecamatan telah menggelar rapat darurat bersama pihak External PT Vale, BPBD Luwu Timur, Dinas Sosial, serta perwakilan Komisi III DPRD Luwu Timur dan warga terdampak. Rapat tersebut menghasilkan rekomendasi agar PT Vale:

– Menghentikan kebocoran secepatnya

– Membentuk tim gabungan bersama pemerintah dan masyarakat

– Melakukan inventarisasi dampak terhadap lingkungan dan mata pencaharian warga

Kebocoran minyak ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat. Selain mencemari aliran sungai yang menjadi sumber air vital, insiden ini juga berpotensi merusak lahan pertanian yang menjadi penopang ekonomi warga.

Masyarakat berharap agar penanganan dilakukan secara serius, transparan, dan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pemulihan.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.