Usai BBM Teratasi, Bupati Irwan Gelar Operasi Pasar LPG di Luwu Timur

oleh -17 pembaca
oleh

LUWU TIMUR, – Setelah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai kembali normal di sejumlah SPBU, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat mengatasi kelangkaan kebutuhan rumah tangga. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (IBAS), dijadwalkan akan menggelar operasi pasar penyediaan LPG tabung gas pada Jumat, 30 Januari 2026.

Operasi pasar tersebut dilakukan sebagai respons atas dampak aksi demonstrasi yang sempat menutup jalur transportasi Malili–Makassar, sehingga menghambat distribusi sejumlah kebutuhan pokok, termasuk LPG tabung gas.

Rencana operasi pasar akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan tabung gas, baik di tingkat agen maupun pengecer, guna meringankan beban masyarakat, khususnya kebutuhan dapur rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Bupati Irwan di sela-sela kegiatannya memantau langsung distribusi BBM di SPBU Wotu, Rabu malam (28/1/2026). Dalam kegiatan itu, IBAS didampingi Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto, Perwira Penghubung Kodim Palopo Mayor Arm Syafaruddin, serta Kapolsek Wotu AKP Simon Situ.

Menurut Bupati Irwan, dampak dari terhambatnya jalur distribusi akibat demonstrasi tidak hanya dirasakan pada sektor BBM dan kebutuhan ekonomi lainnya, tetapi juga sangat dirasakan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dapur.

“Dampak penutupan jalur transportasi bukan hanya BBM, tapi kebutuhan rumah tangga, khususnya tabung gas, juga sangat dirasakan masyarakat,” ujar Irwan.

Ia menegaskan, untuk mengatasi minimnya pasokan LPG di sejumlah agen dan pengecer, Pemerintah Daerah telah menginstruksikan dinas terkait agar segera menyiapkan dan melaksanakan operasi pasar.

“Kami telah memerintahkan dinas terkait untuk menyiapkan operasi pasar guna mengatasi kelangkaan tabung gas di beberapa titik,” terang Bupati yang akrab disapa IBAS itu.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap, melalui operasi pasar tersebut, ketersediaan LPG dapat kembali stabil sehingga aktivitas rumah tangga masyarakat dapat berjalan normal. (*)