116 Warga Terdampak PSN IHIP Diprioritaskan Bekerja, Bupati Lutim: Wajib Dipekerjakan

oleh -9 pembaca
oleh

Luwu Timur, – Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menegaskan sebanyak 116 masyarakat yang terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, akan diprioritaskan untuk memperoleh akses pekerjaan di kawasan industri tersebut.

Penegasan itu disampaikan Irwan dalam konferensi pers terkait Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) pembangunan PSN Kawasan Industri PT IHIP yang berlangsung di Kopi Tiam, Jalan Hertasning, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026).

Kami juga memastikan keluarga kami yang 116 orang, termasuk 30 keluarga kami yang ada di sana (Laoli), wajib dipekerjakan di kawasan industri ini,” tegas Irwan.

Selain akses pekerjaan, masyarakat terdampak juga akan diberikan ruang untuk mengembangkan usaha di sekitar kawasan industri. Kebijakan tersebut, menurut Irwan, diarahkan agar keberadaan kawasan industri tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat terdampak.

Dari 116 petani yang terdata terdampak, Irwan menyebut sebanyak 83 orang telah menerima santunan. Sementara 30 petani lainnya disebut belum mengambil santunan yang telah disiapkan.

Adapun tiga orang lainnya dinyatakan tidak menerima santunan setelah proses verifikasi menunjukkan bahwa mereka berada di luar lahan milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Nilai santunan tersebut dihitung berdasarkan hasil penilaian tim independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rinaldi Alberth Baroto & Rekan.

Dalam proses pendataan, tercatat sebanyak 61.813 tanaman dan 44 rumah kebun menjadi objek penilaian.

Irwan menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tidak terlibat dalam menentukan nilai penilaian tersebut. Menurut dia, proses dilakukan oleh tim independen dengan pendampingan langsung dari petani.

“Selama proses penilaian dilakukan tim independen didampingi petani tanpa pendampingan pemerintah,” ujarnya.

Hunian Disiapkan untuk Warga Terdampak

Selain persoalan santunan dan akses pekerjaan, Pemkab Luwu Timur juga menyiapkan hunian bagi masyarakat terdampak.

Irwan meminta warga yang belum menempati rumah yang telah disiapkan agar segera menggunakannya.

“Keluarga yang belum memasuki rumah yang kami siapkan, agar ditempati. Rumah kami siapkan, fasilitas kami siapkan,” katanya.

Sementara itu, Iwan, salah seorang petani yang telah menerima hasil penilaian santunan, mengungkapkan alasan dirinya akhirnya menyetujui nilai yang ditetapkan.

Menurut Iwan, pada awal proses, sejumlah petani bersikap tegas dan menolak nilai santunan yang ditawarkan.

Namun, sikap tersebut kemudian berubah setelah pemerintah dinilai terus membuka ruang komunikasi serta melibatkan tim independen dalam proses pendataan dan penilaian ulang.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari proses penyelesaian dampak sosial pembangunan kawasan industri di Laoli, dengan pemerintah menyatakan komitmen agar masyarakat terdampak tidak hanya memperoleh santunan, tetapi juga mendapatkan akses terhadap peluang ekonomi yang muncul dari keberadaan kawasan industri.