,

85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Luwu Timur Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas, Bupati Irwan Tinjau Korban Didampingi Kapolres

oleh -14 pembaca
oleh

LUWU TIMUR – Sebanyak 85 siswa dan tiga guru SMA Negeri 4 Luwu Timur diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dalam kegiatan Bazar Kelas di lingkungan sekolah, Senin (5/10/2026).

Para korban mengeluhkan muntah, sakit perut, sesak, dan diare. Salah satu menu yang diduga berkaitan dengan kejadian ini adalah rice bowl dengan berbagai lauk, termasuk ayam suwir dan lalapan.

Para korban dirawat di Puskesmas Mangkutana, Puskesmas Tomoni, dan Puskesmas Tomoni Timur. Dua orang di antaranya dirujuk ke RSUD I Lagaligo. Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena pendataan dan pemeriksaan terhadap siswa dan guru yang mengonsumsi makanan tersebut masih berlangsung.

Bupati Ubah Rute

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang semula hendak meninjau persiapan Pekan Expo UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kecamatan Nuha, mengubah arah perjalanan menuju Puskesmas Mangkutana begitu mendengar kabar tersebut. Ia didampingi Kapolres Luwu Timur, AKBP Irwan Kurniadi.

Di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi siswa yang terpasang infus. Secara umum, kondisi para korban dilaporkan mulai membaik dan masih dipantau tenaga kesehatan.

“Kami sedang menghadapi musibah, di mana kurang lebih 85 siswa beserta tiga orang guru mengalami keracunan,” ujar Irwan.

 Berawal dari Bazar Sekolah

Menurut Irwan, kejadian bermula saat siswa menggelar bazar sekolah dan menyajikan makanan untuk dinikmati bersama.

“Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyajikan makanan untuk dinikmati bersama. Namun sayangnya terjadi kelalaian, sehingga sekitar 85 orang mengalami keracunan,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah, tenaga medis, dan kepolisian bergerak cepat menangani seluruh korban.

“Seluruh tenaga medis dan kepolisian bergerak memastikan para korban segera pulih,” lanjutnya.

Irwan juga menyampaikan arahan kepada direktur rumah sakit, kepala sekolah, dan tenaga medis di puskesmas terdekat agar seluruh siswa dan guru dirawat dengan baik. Pihak kepolisian, katanya, telah memberi arahan kepada pihak terkait untuk mengambil langkah yang diperlukan.

Dari sekitar 150 orang yang menerima makanan dalam kegiatan itu, pemerintah masih memantau kondisi seluruhnya.

“Semoga saja tidak semuanya nantinya terindikasi maupun harus dirawat di puskesmas maupun rumah sakit,” pungkas Irwan.

Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para korban masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.