Telusur-news.com, Makasar – Ditengah tajamnya sorotan Terhadap kinerja Pertamina dan
Pemerintah, dari beberapa Alasan yang di lontarkan dimedia justru fakta lapangan berkata sebaliknya.
Dikutip dari pemberitaan CNN.Com Rabu, 9 September 2026 Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto memastikan BBM di wilayah Makassar dan Sulawesi masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Enggak ada langka. Stok tersedia dan cukup,” kata Lilik
Menurut Lilik kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah terjadi pemadaman listrik bergilir. Masyarakat yang melihat antrean di SPBU kemudian ikut mengisi BBM karena takut tidak kebagian.
“Mulai dari listrik yang padam bergiliran, lihat antrean di SPBU jadi takut enggak kebagian BBM,” ujarnya.
Sementara itu dari pernyataan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, stok BBM tersedia di SPBU, termasuk layanan yang beroperasi 24 jam. Namun, peningkatan permintaan terhadap BBM bersubsidi turut menyebabkan kepadatan dan antrean di sejumlah SPBU.
“Stok ada di SPBU kita, termasuk 24 jam terbuka, dan memang ada peningkatan permintaan untuk yang bersubsidi,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Telusur-news.com Antarian panjang Sudah terjadi sejak 3 bulan terakhir khususnya Kendaraan truk, ditambah pemadaman bergilir baru terjadi awal September bahkan beberapa SPBU sempat kosong.
Jadi jika kita merunut antara pernyataan pihak Pertamina, Gubernur Sulsel dan fakta lapangan alasannya sudah tidak relevan lagi.
Betulkah ini politik untuk langkah awal kendaraan listrik, strategi marketing meningkatkan harga jual BBM, atau mungkinkah ada orang dalam pertamina/skk migas yang bermain.
Dari pernyataan di atas hingga hari ini Sabtu, 12 September Antrian Hampir seluruh SPBU masih terjadi.
Jika stok aman kenapa terjadi kekosongan di beberapa SPBU bahkan berjam-jam, salah satunya SPBU Jalan Antang Raya.
Disisi lain warga mulai mengeluh dengan pernyataan dari pihak pemerintah Maupun Pertamina.
Rio menilai pernyataan baik dari pemerintah maupun pertamina tidak sesuai fakta lapangan.
“Dari jam setengah 7 pagi sampai sekarang sudah jam 7 malam, stok BBM masih kosong”
“Minta tolong pemprov Sulsel stok BBMnya di amankan, katanya kemarin Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar stok BBM aman tapi faktanya tidak aman” Ujar menunggu antrian BBM. (Andi Sukri).





