LUWU TIMUR — Kinerja kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler menunjukkan hasil nyata. Di bawah duet Ibas–Puspa, angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Luwu Timur berhasil ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong membaiknya perekonomian masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan Luwu Timur turun dari 6,55 persen pada 2024 menjadi 5,79 persen pada 2025. Sementara itu, angka pengangguran juga mengalami penurunan dari 4,58 persen (2024) menjadi 3,70 persen (2025). Penurunan ini menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Penurunan tersebut merupakan buah dari berbagai program strategis pemerintah daerah yang fokus pada penguatan ekonomi lokal, pelatihan keterampilan kerja, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Pemerintah menilai, tanpa penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, mustahil pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berlangsung berkelanjutan.
Sejumlah program unggulan yang telah dijalankan meliputi pelatihan keterampilan kerja bagi pencari kerja, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), investasi di sektor pertanian dan pariwisata, serta penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi “Luwu Timur yang Maju dan Sejahtera (Juara)”.
Dampak positifnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain meningkatnya pendapatan petani, tumbuhnya UMKM baru, serta terbukanya lapangan kerja di berbagai sektor. Pemerintah daerah pun terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program pembangunan.
BPS Luwu Timur menyatakan bahwa tren penurunan kemiskinan dan pengangguran ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Evaluasi serta pemantauan rutin akan terus dilakukan guna menjaga kesinambungan pembangunan sosial ekonomi daerah.
Seiring membaiknya indikator ekonomi, mobilitas penduduk ke Luwu Timur pun meningkat. Data Dukcapil Luwu Timur mencatat, sejak Maret 2025 jumlah pendatang yang mendaftarkan diri sebagai penduduk Luwu Timur mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini memperkuat citra daerah berjuluk Bumi Batara Guru sebagai salah satu tujuan potensial bagi pencari kerja.
Tak hanya itu, kinerja pelayanan publik juga menunjukkan capaian membanggakan. Survei kepuasan masyarakat yang dilakukan Dinas PMPTSP Luwu Timur mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,93 persen dengan kategori “Sangat Baik”, melampaui target daerah sebesar 87,86 persen.
Capaian ini turut didorong oleh kebijakan pemerintah daerah yang menghapus sejumlah retribusi yang sebelumnya dinilai membebani masyarakat. Langkah tersebut dinilai memberi ruang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi rakyat dan peningkatan kualitas layanan publik.
Dengan tren positif ini, optimisme terhadap masa depan Luwu Timur kian menguat. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan prima serta pembangunan yang merata, demi memastikan kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.





