JKM LT Indonesia Siap “Turun Gunung”, Kecam Pelaporan Warga Ussu dalam Polemik Lingkungan PT PUL

oleh -7 pembaca
oleh

Malili, – Polemik dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ussu kian memanas. Jaringan Komunikasi Masyarakat Lingkar Tambang Indonesia (JKM LT Indonesia) menyatakan sikap tegas dengan mengecam langkah PT Prima Utama Lestari (PT PUL) yang melaporkan warga ke aparat kepolisian usai aksi protes terkait lingkungan.

Ketua JKM LT Indonesia, Amrullah, menilai pelaporan tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat yang tengah menyuarakan persoalan lingkungan. Ia menegaskan bahwa aspirasi warga seharusnya menjadi perhatian bersama.

“Kami menyayangkan langkah pelaporan terhadap warga. Aspirasi masyarakat terkait lingkungan perlu didengar dan ditanggapi secara proporsional,” ujar Amrullah, yang akrab disapa Ulla.

Peristiwa ini mencuat setelah sejumlah warga Desa Ussu memenuhi panggilan Polres Luwu Timur untuk memberikan klarifikasi atas laporan terkait dugaan merintangi aktivitas pertambangan. Warga sebelumnya melakukan aksi protes atas kondisi Sungai Ussu yang disebut mengalami perubahan, terutama saat curah hujan tinggi.

Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap perubahan warna air sungai yang menjadi keruh kecokelatan. Sungai tersebut selama ini diketahui menjadi salah satu sumber kebutuhan masyarakat setempat.

Amrullah menilai, dalam konteks persoalan lingkungan, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting yang perlu dijaga. Ia juga mengingatkan agar penanganan persoalan dilakukan secara berimbang.

“Kami berharap penanganan kasus ini mengedepankan prinsip keadilan dan objektivitas, termasuk dalam melihat substansi persoalan lingkungan yang disampaikan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, JKM LT Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Organisasi tersebut juga membuka kemungkinan mengambil langkah lanjutan jika diperlukan, termasuk menyampaikan aspirasi secara lebih luas.

“Kami akan terus mengawal proses ini dan berharap semua pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog,” tambah Amrullah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT PUL maupun aparat kepolisian terkait perkembangan terbaru laporan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Luwu Timur, seiring meningkatnya sorotan terhadap isu lingkungan di wilayah lingkar tambang. Berbagai pihak berharap penyelesaian persoalan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tetap menjaga stabilitas sosial di masyarakat.