PAD BUMDes SL2 Sentosa Tembus Rp64 Juta, Musdes LPJ Desa Baruga Jadi Ajang Evaluasi dan Penguatan Ekonomi Desa

oleh -5 pembaca
oleh

LUWU TIMUR – Pemerintah Desa Baruga menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) SL2 Sentosa sebagai forum evaluasi kinerja dan pengelolaan usaha desa, Selasa (10/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Baruga tersebut dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa Baruga bersama jajaran perangkat desa, pendamping desa tingkat kecamatan dan kabupaten, tokoh masyarakat, para Ketua RT, Kepala Dusun, serta tokoh pemuda.

Dalam forum Musdes itu, pengurus BUMDes memaparkan capaian kinerja selama tahun 2025, termasuk kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). Tercatat, PAD yang disumbangkan BUMDes SL2 Sentosa pada tahun 2025 mencapai Rp64.430.539. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak BUMDes tersebut mulai mengelola berbagai unit usaha desa.

Secara bertahap, kontribusi PAD dari BUMDes SL2 Sentosa menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Pada 2022 tercatat sebesar Rp10.954.220, kemudian meningkat menjadi Rp30.776.000 pada 2023, naik lagi menjadi Rp37.711.754 pada 2024, hingga akhirnya mencapai Rp64.430.539 pada 2025.

Sekretaris BUMDes SL2 Sentosa, Amirullah, mengatakan peningkatan PAD tersebut merupakan hasil dari pengembangan usaha yang dilakukan secara bertahap serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat.

“Alhamdulillah pada tahun 2025 kontribusi PAD dari BUMDes meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan usaha-usaha yang dikelola mulai berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi desa,” ujar Amirullah.

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh sejumlah unit usaha yang dikelola BUMDes SL2 Sentosa, di antaranya usaha ayam petelur, olahan ikan bandeng, penyewaan bus, produksi es kristal, serta layanan transaksi keuangan melalui BRI Link.

Selain menyampaikan laporan pertanggungjawaban, Musdes juga membahas rencana pengembangan usaha BUMDes ke depan. Amirullah menyebutkan bahwa pada tahun 2026 pihaknya berencana memperluas beberapa unit usaha dengan memanfaatkan penyertaan modal yang bersumber dari Anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2025.

Pengembangan usaha tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa Baruga di tahun-tahun mendatang.

Musyawarah desa ini sekaligus menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan dan evaluasi terhadap pengelolaan BUMDes agar semakin transparan, profesional, dan berkelanjutan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa.