Luwu Timur – Aspirasi masyarakat di wilayah Mahalona Raya, Kabupaten Luwu Timur, didominasi kebutuhan sektor pertanian. Salah satu yang paling mendesak adalah pembangunan dan peningkatan bendungan serta jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Sabtu (15/08).
Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada Anggota DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, dalam kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) III. Masyarakat menilai infrastruktur pengairan menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas hasil tani.
Selain bendungan dan irigasi, warga juga menyampaikan kebutuhan air bersih sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Jihadin Peruge mengatakan, reses menjadi momentum bagi dirinya untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerap kebutuhan yang menjadi prioritas di wilayah Dapil III.
“Sebagian besar aspirasi masyarakat di wilayah Mahalona Raya berkaitan dengan pertanian, terutama kebutuhan bendungan dan irigasi. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan air bersih. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk diperjuangkan,” ujar Jihadin.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan melalui lembaga DPRD, dengan tetap menyesuaikan kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan sektor pertanian memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ketersediaan sarana pengairan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kelancaran aktivitas petani, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan perekonomian warga.
Jihadin berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui program pembangunan daerah, sehingga kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Mahalona Raya tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses.
Bagi masyarakat, pembangunan bendungan dan jaringan irigasi bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi penopang keberlanjutan pertanian dan sumber penghidupan warga, terutama ketika kondisi cuaca dan perubahan musim memengaruhi ketersediaan air bagi lahan pertanian.





