LUWU TIMUR — Tak terasa, satu tahun sudah kepemimpinan Irwan Bachri Syam bersama Hj. Puspawati Husler menakhodai Kabupaten Luwu Timur. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta, oleh Presiden Prabowo Subianto, duet yang dikenal dengan sebutan Ibas–Puspa ini langsung tancap gas merealisasikan janji politik kepada masyarakat Bumi Batara Guru.
Mengusung tagline Luwu Timur Maju dan Sejahtera (JUARA), Ibas–Puspa melakukan perombakan menyeluruh terhadap pola pelayanan publik. Paradigma lama “menunggu bola” di lingkungan ASN Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dikikis habis, berganti dengan konsep layanan jemput bola demi memangkas waktu, biaya, dan kejenuhan masyarakat dalam mengakses layanan dasar. Jum’at (21/02/26).
Kebijakan Cepat, Protes Ada, Pelayanan Jalan Terus
Sejumlah kebijakan strategis yang diambil sejak awal pemerintahan tak lepas dari tantangan dan protes berbagai pihak. Namun, dinamika tersebut tak mengendurkan langkah Ibas–Puspa. Keputusan tetap dijalankan sepanjang berpihak pada kepentingan publik dan kebutuhan masyarakat luas.
Berdasarkan data dan catatan yang dihimpun redaksi bilikfakta.id dari berbagai sumber, mayoritas masyarakat Luwu Timur menyatakan kepuasan terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati selama setahun terakhir. Tingkat kepuasan itu didorong oleh gebrakan pro-rakyat yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar, mulai dari pelayanan publik, bantuan sosial, hingga pemerataan pembangunan lintas sektor.
Pendidikan: Seragam Lengkap hingga Beasiswa S3
Di sektor pendidikan, kebijakan Ibas–Puspa dinilai berbeda dan progresif dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah daerah memberikan seragam sekolah lengkap, mulai dari sepatu, celana, baju, dasi, tas hingga topi bagi siswa TK hingga SMP.
Tak hanya itu, beasiswa mahasiswa juga mengalami peningkatan signifikan, dari Rp4 juta menjadi Rp6 juta per tahun, dan mulai diberikan sejak semester pertama. Program ini diperluas hingga jenjang S2 dan S3, sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.
Kesehatan: Layanan Nyaman hingga Rujukan ke Makassar
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Masyarakat juga difasilitasi layanan rujukan ke Makassar dengan penyediaan kamar pasien, penambahan armada ambulans, serta mobil jenazah guna memastikan pelayanan kesehatan yang cepat dan manusiawi.
Reward Religius dan Perhatian untuk Tokoh Agama
Ibas–Puspa turut menghadirkan kebijakan berbasis nilai religius. ASN dan PPPK yang rutin melaksanakan salat berjamaah Dzuhur dan Ashar mendapatkan reward umrah setiap tahun. Sementara itu, imam masjid, pendeta, pandita, guru mengaji, dan guru sekolah minggu juga memperoleh penghargaan, mulai dari umrah, wisata religi ke Israel dan India, hingga fasilitas kendaraan roda dua.
Pro-Rakyat: Pajak Dihapus, Lansia Diperhatikan
Komitmen membantu masyarakat kelas bawah diwujudkan melalui penghapusan sejumlah pungutan pajak dan retribusi yang dinilai memberatkan. Program unggulan lainnya adalah tunjangan hari tua bagi lansia, dengan bantuan sosial Rp1 juta per bulan per orang, menjadikan Luwu Timur sebagai daerah dengan nilai bantuan individu tertinggi untuk lansia di Indonesia, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Infrastruktur Kekinian dan RS Gigi Pertama di Sulsel
Di bidang infrastruktur, pembangunan diarahkan pada fasilitas publik berkonsep kekinian serta pembukaan jalur strategis guna memperlancar arus transportasi dan ekonomi menuju ibu kota kabupaten di Malili.
Salah satu ikon kebanggaan daerah adalah pembangunan Rumah Sakit Khusus Mulut dan Gigi di Desa Atue, menjadikan Luwu Timur satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki rumah sakit khusus tersebut.
Dinilai Efektif dan Visioner
Berbagai program dan kebijakan tersebut mengantarkan rapor positif bagi kepemimpinan Ibas–Puspa. Selama setahun, keduanya dinilai efektif dalam menghadirkan layanan dasar yang cepat, responsif, serta konsisten menjalankan program yang dijanjikan, sembari menjaga stabilitas daerah.
Setahun berjalan, pemerintahan Ibas–Puspa bukan hanya mencatat capaian administratif, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Bumi Batara Guru.
(Redaksi_ telusur-news.com)





