MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjelaskan sejumlah langkah strategis terkait program Pandu Juara, pembangunan infrastruktur skema tahun jamak, rehabilitasi sekolah, dan Program 3 Kartu Sakti dalam jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi NasDem terhadap Ranperda APBD 2027.
Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur di Malili, Kamis (22/10/2026).
Terkait Pandu Juara, pemerintah daerah menyampaikan terima kasih atas masukan Fraksi NasDem sekaligus mengakui masih terdapat aspek program yang perlu dibenahi. Pemkab berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan agar program penguatan ekonomi non-tambang tersebut dapat segera diwujudkan.
Untuk pembangunan infrastruktur melalui skema tahun jamak atau *multiyears*, pemerintah menjelaskan bahwa pola pembiayaan tersebut dipilih bagi pekerjaan berskala besar, seperti pembangunan jalan, agar pelaksanaan lebih terencana dan berkelanjutan.
Penentuan ruas jalan, menurut penjelasan pemerintah, mempertimbangkan skala prioritas, konektivitas antarwilayah, serta kemampuan keuangan daerah. Kewajiban pembiayaan lintas tahun juga disebut telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Di sektor pendidikan, Pemkab menegaskan komitmen meningkatkan pembangunan dan rehabilitasi sarana sekolah sebagai bagian dari pemenuhan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam APBD.
Pemerintah juga mengapresiasi dukungan Fraksi NasDem terhadap Program 3 Kartu Sakti yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.
Jawaban tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD serta pejabat pemerintah daerah.
Pemerintah berharap masukan legislatif dapat memperkuat perencanaan program dan memastikan pelaksanaan APBD 2027 berjalan sesuai prioritas pembangunan daerah.





