Kapolres Luwu Timur Sambangi FKUB, Tegaskan Kerukunan Jadi Tanggung Jawab Bersama

oleh -15 pembaca
oleh

LUWU TIMUR – Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak bisa dilakukan Polri sendirian, melainkan membutuhkan dukungan tokoh agama. Penegasan itu disampaikan saat bersilaturahmi ke Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Luwu Timur, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan, toleransi, serta stabilitas keamanan di daerah itu. Kapolres hadir bersama Wakapolres, Kabag SDM, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, dan sejumlah perwira Polres Luwu Timur. Rombongan disambut Ketua FKUB Luwu Timur Drs. H. Ardias Barah, M.M., bersama wakil ketua dan jajaran pengurus dari berbagai unsur lintas agama.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga Kamtibmas. Kami membutuhkan peran dan dukungan para tokoh agama untuk bersama-sama memberikan kesejukan kepada masyarakat, membangun komunikasi, dan mencegah setiap potensi persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik,” ujar AKBP Irwan Kurniadi.

Menurutnya, keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. Ia mengajak FKUB terus menjadi ruang komunikasi yang menjembatani perbedaan di tengah masyarakat.

“Perbedaan adalah sebuah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan yang harus kita jaga. Ketika tokoh agama, pemerintah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat duduk bersama, saya yakin berbagai persoalan dapat kita selesaikan dengan kepala dingin, mengedepankan dialog dan kepentingan bersama,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, Polres Luwu Timur akan terus membuka ruang komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun Kamtibmas yang lebih preventif dan humanis.

Ketua FKUB Luwu Timur H. Ardias Barah menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai komunikasi antara Polri dan FKUB sangat penting bagi masyarakat Luwu Timur yang majemuk.

“FKUB Luwu Timur menyambut baik silaturahmi ini. Kami melihat bahwa keamanan dan kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, FKUB siap menjadi mitra Polri dalam membangun komunikasi, memperkuat toleransi, dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” ungkapnya.

Ardias menegaskan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab moral menyampaikan pesan kedamaian kepada umat masing-masing dan mendorong penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah.

“Kami ingin Luwu Timur menjadi daerah yang bukan hanya aman, tetapi juga damai dan rukun. Perbedaan agama jangan menjadi sekat, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan. FKUB siap bersinergi dengan Polri dan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut,” lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga berdialog tentang berbagai persoalan sosial kemasyarakatan dan dinamika Kamtibmas, termasuk pentingnya memperkuat koordinasi lintas agama untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Silaturahmi berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Di akhir pertemuan, Kapolres kembali menekankan komitmen bersama menjaga toleransi dan persatuan.

“Kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui komunikasi, keteladanan, dan kerja bersama. Dengan persatuan, kita menjaga Luwu Timur tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.