LUWU TIMUR — Jadwal kerja Camat Tomoni Timur, Yulius, pada April 2026 nyaris tanpa jeda. Dalam sebulan, ia mencatat 67 kegiatan angka yang mencerminkan luasnya spektrum kerja pemerintah kecamatan, dari urusan administratif hingga urusan sosial warga.
Data yang dihimpun menunjukkan, porsi terbesar justru berada di sektor sosial-kemasyarakatan, mencapai sekitar 30 persen. Agenda ini bukan sekadar seremonial. Yulius hadir dalam pelepasan jenazah, pesta pernikahan, syukuran, hingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Kehadiran aparat di ruang-ruang privat warga ini memperlihatkan pola relasi yang masih bertumpu pada kedekatan personal antara pemerintah dan masyarakat.
Di sisi lain, urusan administratif menyita seperempat dari total agenda. Disposisi surat, rapat koordinasi Forkopimcam, hingga evaluasi APBD menjadi rutinitas yang tak terhindarkan. Di level ini, efektivitas birokrasi diuji apakah padatnya agenda berbanding lurus dengan kualitas tata kelola, atau justru sebaliknya.
Aktivitas keagamaan, kesehatan, dan pendidikan masing-masing mengambil porsi 15 persen. Yulius tercatat menghadiri rangkaian ibadah Paskah hingga Musabaqah Tilawatil Quran, sekaligus memantau ujian sekolah dan mengikuti rapat lintas sektor kesehatan. Bahkan, kegiatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) ikut masuk dalam radar kerjanya.
Yang menarik, di tengah agenda lapangan yang padat, Yulius juga menyelipkan pengembangan kapasitas diri. Ia mengikuti sejumlah webinar, termasuk soal pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi kebijakan dan transformasi digital layanan publik. Langkah ini menunjukkan upaya adaptasi, meski efektivitas implementasinya di tingkat kecamatan masih menjadi pertanyaan.
Beberapa agenda menonjol selama April antara lain webinar AI pada 1 April, Upacara Hari Kesadaran Nasional pada 17 April, serta peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 pada 27 April. Di sela itu, program rutin “Sabtu Sehat Juara” tetap berjalan sebuah upaya membangun kebiasaan hidup sehat yang kerap digaungkan pemerintah daerah.
Padatnya agenda Camat Tomoni Timur memperlihatkan satu hal: jabatan ini menuntut peran ganda administrator, fasilitator sosial, sekaligus simbol kehadiran negara di tengah warga. Persoalannya, seberapa jauh intensitas itu mampu diterjemahkan menjadi kualitas pelayanan publik yang nyata, bukan sekadar deretan aktivitas di atas kertas. (#)





