PANDU JUARA, Skema Terstruktur Transformasi Ekonomi Desa Berkelanjutan di Luwu Timur

oleh -26 pembaca
oleh

 

Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meluncurkan Program PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) sebagai skema besar transformasi ekonomi desa yang dirancang secara terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Jumat (26/12/2025).

Program unggulan ini menempatkan desa sebagai penggerak utama perekonomian daerah, bukan sekadar objek pembangunan. Melalui PANDU JUARA, Pemkab Luwu Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar per desa kepada 33 desa percontohan, yang pengelolaannya dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dana tersebut tidak dikelola secara individual, melainkan diarahkan untuk membangun kekuatan ekonomi kolektif melalui pembentukan BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama). Desa-desa dengan komoditas unggulan sejenis—seperti padi, kakao, perikanan, peternakan ayam petelur, hingga perikanan budidaya—dikonsolidasikan dalam satu klaster ekonomi.

Melalui skema ini, rantai nilai ekonomi desa dibangun secara sistematis. BUMDes di tingkat desa berperan sebagai penyedia bahan baku dan sarana produksi, mulai dari bibit, pakan, hingga pengelolaan hasil panen masyarakat. Sementara itu, BUMDesma mengambil peran strategis pada skala yang lebih besar, yakni pengolahan, industrialisasi, dan pemasaran produk unggulan desa.

Setiap BUMDesma diwajibkan menyusun business plan yang matang dan realistis sebagai dasar pengembangan usaha. Dari aktivitas tersebut, Sisa Hasil Usaha (SHU) akan dikembalikan kepada desa anggota sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) sesuai porsi penyertaan modal masing-masing.

Selain berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, PANDU JUARA juga menegaskan keberpihakan pada masyarakat lokal. Seluruh BUMDesma diwajibkan menyerap tenaga kerja dari desa setempat guna membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Untuk menjamin profesionalisme dan keberlanjutan program, Pemkab Luwu Timur menyiapkan pendampingan teknis terpadu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bertindak sebagai leading sector, didukung OPD teknis sesuai komoditas, serta lembaga pendamping profesional PT Tuhuner Ide Nusantara (Pionir).

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga tata kelola kelembagaan. Bahkan, pengelola BUMDesma dipilih melalui mekanisme job fit, guna memastikan setiap posisi strategis diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa PANDU JUARA merupakan peta jalan ekonomi desa jangka panjang yang menghubungkan potensi lokal dengan manajemen modern dan kolaborasi antar desa.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga PANDU JUARA dapat kita kickoff. Program ini dijalankan untuk kepentingan masyarakat serta peningkatan pendapatan asli desa,” ujar Irwan usai Kickoff Program PANDU JUARA.

Melalui PANDU JUARA, desa di Luwu Timur diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.