LUWU TIMUR — Program Pejuang Subuh yang digagas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Dukungan terhadap program tersebut terlihat dari kegiatan Kepala SDN 238 Mallaulu, Hardianto, S.Pd., M.Pd. yang melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama para siswa peserta Pejuang Subuh di Masjid Babul Khair, Puncak Indah, Malili, Senin (24/8/2026).
Sejak pagi, para siswa tampak antusias berkumpul bersama untuk menunaikan salat Subuh berjamaah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum beribadah, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan kebiasaan positif kepada anak sejak usia dini.
Hardianto mengatakan, program Pejuang Subuh memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan bangun lebih awal dan melaksanakan ibadah secara berjamaah.
“Program ini sangat bagus untuk anak-anak kita agar terbiasa melaksanakan salat berjamaah di masjid. Dari dini anak-anak harus dibiasakan bangun Subuh dan menunaikan salat berjamaah,” ujar Hardianto.
Ia menilai pembiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Dukungan terhadap Pejuang Subuh juga datang dari para orang tua siswa. Salah seorang orang tua peserta mengaku melihat perubahan positif pada anaknya sejak mengikuti program tersebut.
“Sejak adanya program Pejuang Subuh dari Pak Bupati, Alhamdulillah anak saya sudah ada perubahan. Kalau waktu Subuh, sekarang dia sudah meminta untuk dibangunkan,” ungkapnya.
Ia mengaku menyambut baik program tersebut karena kebiasaan beribadah yang ditanamkan sejak kecil dinilai dapat menjadi bekal bagi anak ketika tumbuh dewasa.
“Kami sangat senang menyambut baik program ini. Kalau sejak kecil sudah terbiasa salat berjamaah di masjid, insyaallah kebiasaan itu bisa dibawa sampai dewasa nanti,” tambahnya.
Program Pejuang Subuh pun dinilai tidak sekadar menjadi kegiatan salat berjamaah. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda melalui pembiasaan disiplin, kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan.
Dengan keterlibatan pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat, program tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi Luwu Timur yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kebiasaan positif sejak dini.





