Rumah Kebun Petani Lada di Karebbe Dibobol, Sertifikat dan BPKB Mobil Raib

oleh -6 pembaca
oleh
Oplus_131072

LUWU TIMUR — Rumah kebun milik Ansar Hamzah, seorang petani lada di Desa Karebbe, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dibobol pencuri. Sejumlah barang berharga, termasuk sertifikat tanah dan BPKB mobil, dilaporkan raib.

Peristiwa tersebut diduga terjadi dalam rentang Jumat hingga Minggu (22–24/8/2026). Aksi pencurian baru diketahui Ansar pada Senin pagi (25/8/2026), saat ia kembali ke rumah kebun setelah sebelumnya berada di kediaman istrinya di wilayah Towuti.

Sesampainya di lokasi, Ansar mendapati kondisi rumah sudah berantakan. Sejumlah jendela yang sebelumnya tertutup juga ditemukan dalam keadaan terbuka.

Kecurigaan semakin kuat setelah ia memeriksa bagian dalam rumah. Sejumlah barang yang sebelumnya tersimpan rapi diketahui telah hilang dari tempatnya.

Ansar kemudian menghubungi salah seorang anaknya untuk menyampaikan kejadian tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak berwajib.

Anaknya, Irma Suriyani, mengatakan sejumlah barang berharga yang hilang antara lain sepeda motor, sertifikat tanah, BPKB mobil dan sejumlah barang lainnya.

“Motor, sertifikat tanah, BPKB mobil sama banyak barang-barang di kebun na ambil,” kata Irma.

Kondisi rumah setelah kejadian juga membuat keluarga menduga pelaku memiliki cukup waktu berada di lokasi.

Selain menemukan sejumlah tempat penyimpanan telah diperiksa atau dibongkar, keluarga mendapati adanya tanda-tanda aktivitas di dapur. Peralatan dan bahan makanan masih terlihat berada di lokasi.

Irma mengatakan, pelaku diduga sempat menggunakan fasilitas rumah, termasuk memasak serta mengonsumsi makanan dan minuman yang tersedia.

“Cuma televisi tidak na ambil ji. Mana sempat tong pa lagi memasak, makan, minum kopi, bikin jus alpukat,” ujar Irma.

Rekaman video yang dibagikan keluarga dari lokasi memperlihatkan kondisi dapur dan sejumlah peralatan yang masih berada di tempatnya. Sementara di bagian lain rumah, lemari dan ruang penyimpanan tampak telah diperiksa.

Temuan tersebut membuat keluarga menduga pelaku tidak terburu-buru saat berada di dalam rumah. Namun, dugaan mengenai lamanya pelaku berada di lokasi maupun jumlah orang yang terlibat masih belum dapat dipastikan.

Hingga berita ini disusun, belum diketahui secara pasti kapan pelaku masuk ke rumah kebun dan bagaimana cara mereka mengakses lokasi.

Nilai kerugian juga belum dapat dipastikan karena keluarga masih melakukan pendataan terhadap seluruh barang yang hilang.

Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwajib dan saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta kronologi pencurian.

Keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap kasus tersebut, termasuk menelusuri bagaimana pelaku bisa masuk ke rumah kebun yang berada di kawasan perkebunan.

Bagi keluarga, hilangnya sertifikat tanah dan dokumen kendaraan menjadi persoalan serius karena dokumen tersebut memiliki nilai administrasi dan hukum. Mereka berharap barang-barang yang hilang dapat ditemukan dan pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.