Reses di Beringin Jaya, Wahidin Wahid Minta Warga Sampaikan Aspirasi yang Benar-Benar Prioritas

oleh -24 pembaca
oleh
Oplus_131072

LUWU TIMUR — Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mangkutana, Tomoni dan Tomoni Timur, Wahidin Wahid, menegaskan komitmennya untuk terus menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses.

Hal itu disampaikan saat melaksanakan reses di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Wahidin untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menggali berbagai kebutuhan pembangunan yang belum terakomodasi melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa maupun Kecamatan. Jumat (14/8/2026).

Wahidin mengatakan, reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan mengetahui persoalan yang dihadapi warga.

“Kenapa saya melaksanakan kegiatan reses di tempat ini? Karena ini bagian dari tanggung jawab kita untuk memperhatikan daerah-daerah. Kami hadir untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Wahidin.

Ia mengingatkan agar reses tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, forum tersebut harus dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas pembangunan di desa.

“Kami sangat berharap diberi masukan, dikasih oleh-oleh, supaya apa yang Bapak Ibu inginkan di desa kita masing-masing bisa kami perjuangkan,” katanya.

Wahidin menjelaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak serta-merta dapat langsung direalisasikan. Setiap usulan harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari penginputan, verifikasi faktual hingga penyesuaian dengan mekanisme penganggaran daerah melalui APBD maupun APBD Perubahan.

“Belum tentu apa yang kita usulkan hari ini bisa langsung terlaksana. Ada tahapan yang harus kita lalui, termasuk penginputan dan verifikasi faktual,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat memahami mekanisme pengusulan pembangunan melalui proposal. Menurutnya, terdapat batas waktu penginputan dan sebuah usulan tidak selalu dapat direalisasikan pada tahun yang sama.

“Kalau kita mengusulkan melalui proposal, ada batas waktunya. Itu pun belum tentu dilaksanakan pada tahun yang sama. Bisa saja tahun berikutnya, bahkan ada kemungkinan membutuhkan waktu dua atau tiga tahun,” ungkap Wahidin.

Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan agar prosesnya dapat berjalan sesuai mekanisme.

“Kalau sekadar tuntutan tetapi tidak dikawal, jangan terlalu banyak berharap. Jadi mari kita sama-sama mengawal apa yang sudah kita usulkan,” tegasnya.

Memasuki periode keduanya sebagai anggota DPRD Luwu Timur, Wahidin menyatakan akan terus menjaga komunikasi dengan masyarakat, khususnya konstituen di Dapil Mangkutana, Tomoni dan Tomoni Timur.

Ia juga menyampaikan adanya sejumlah program yang akan diperjuangkan pada tahun mendatang melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, sesuai hasil penyerapan aspirasi dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

Wahidin menegaskan bahwa kehadirannya dalam reses bukan untuk memberikan sesuatu secara langsung kepada warga, melainkan untuk menerima aspirasi yang nantinya diperjuangkan melalui lembaga DPRD.

“Jadi malam hari ini saya tidak datang untuk membagi oleh-oleh. Saya datang meminta kepada kita semua supaya saya diberi oleh-oleh berupa aspirasi untuk saya perjuangkan,” pungkasnya.

Melalui reses tersebut, Wahidin berharap masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan secara terbuka dan menentukan usulan yang benar-benar menjadi prioritas. Aspirasi yang masuk selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam proses perencanaan dan pembangunan Kabupaten Luwu Timur.