Judul:Luwu Timur – Suasana haru mewarnai kunjungan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, ke UMKM Al Ma’un Corner binaan Komunitas Berbagi Al-Maun Sorowako di Kecamatan Nuha, Rabu (20/5/2026).
Momen tersebut menjadi penuh emosional saat seorang penjual bernama Fani Sabrina (40) menyampaikan langsung kisah hidupnya kepada Bupati. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, ibu empat anak itu menceritakan perjuangannya menjalani hidup di tengah berbagai keterbatasan ekonomi.
Fani mengungkapkan, dua dari empat anaknya saat ini belum dapat bersekolah karena terkendala surat pindah dari sekolah lama di Kabupaten Luwu. Sementara satu anaknya masih balita dan seorang lainnya tinggal bersama kakek dan neneknya. Kondisi tersebut semakin berat karena dirinya tidak memiliki tempat tinggal yang layak.
Ia mengaku kini terpaksa tinggal di lapak sederhana tempatnya berjualan di kawasan UMKM Al Ma’un Corner. Sebelumnya, Fani sempat menumpang di area perpustakaan Rusunawa Sorowako karena tidak mendapatkan kamar. Namun jarak yang cukup jauh dari lokasi usahanya serta keterbatasan kendaraan membuatnya memilih menetap di lapak jualannya.
Mendengar kisah tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam tampak tersentuh. Ia langsung meminta Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, untuk segera mencarikan solusi tempat tinggal yang layak bagi Fani dan keluarganya di Rusunawa Sorowako.
Tak hanya itu, Bupati juga berjanji akan memberikan bantuan satu unit sepeda motor guna memudahkan mobilitas Fani dari tempat tinggal menuju lokasi usahanya sehingga tidak perlu lagi tinggal di lapak tempat berjualan.
Perhatian pemerintah daerah juga diberikan pada masa depan pendidikan anak-anak Fani. Terkait dua anaknya yang belum bersekolah karena persoalan administrasi surat pindah, Bupati menegaskan akan segera mencarikan solusi agar keduanya dapat kembali mengenyam pendidikan.
“Bagaimanapun juga anak tidak boleh putus sekolah,” tegas Irwan.
Selain bantuan tempat tinggal dan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga akan membantu mengurus kembali agar Fani dapat menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarganya.
Mendapat perhatian dan bantuan tersebut, Fani Sabrina tak mampu menahan haru. Di hadapan Bupati dan rombongan, ia berulang kali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Semoga bapak Bupati bersama ibu selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar,” ucap Fani penuh haru.
Kisah Fani menjadi potret perjuangan masyarakat kecil yang terus berusaha bertahan di tengah keterbatasan. Kehadiran pemerintah diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi persoalan sosial yang dihadapi warga, sekaligus memastikan hak dasar masyarakat, terutama pendidikan dan tempat tinggal, dapat terpenuhi.





