Viral Pengakuan Mahasiswi Difabel Unhas Soal Rusunawa, Unhas Tetap Prioritaskan Mahasiswa Difabel

oleh -19 pembaca
oleh

Telusur-news.com, Makassar – Terkait viralnya informasi di sosial media tentang pengosongan hunian mahasiswa di lingkungan kampus Unhas Tamalanrea yakni Rusunawa unit 1 dan Ramsis Unhas yang di unggah oleh akun instagram danyara_25

Dalam Video tersebut berkembang narasi bahwa terdapat beberapa mahasiswa difabel yang juga diminta pindah. Sehingga muncul kekhawatiran beberapa mahasiswa difabel karena mereka akan menghadapi tantangan mobilitas di lingkungan baru mereka dan juga faktor ekonomi.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Unhas melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Ishaq Rahman menyampaikan beberapa hal terkait pengosongan Rusun tersebut, Senin, 29 Juni 2026.

1. Unhas bermaksud melakukan renovasi besar-besaran terhadap fasilitas hunian mahasiswa, yaitu Rumah Susun Sewa (Rusunawa) dan Asrama Mahasiswa (Ramsis). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hunian, mengingat kondisinya yang semakin menurun. Untuk selanjutnya, pimpinan Unhas mengambil kebijakan akan mendahulukan penghuni baru dari mahasiswa S1 tahun pertama.

2. Sehubungan rencana renovasi, maka Direktorat Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset (PUPA) Unhas sebagai pengelola telah meminta seluruh penghuni Rusunawa dan Ramsis untuk mengosongkan kamar yang ditempat, paling lambat tanggall 30 Juni 2026. Informasi pengosongan telah disampaikan sejak bulan April 2026 (kurang lebih tiga bulan sebelumnya).

3. Pada awal bulan Juni 2026, Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas menyampaikan surat permohonan kepada Rektor Unhas untuk memberikan dispensasi kepada lima orang mahasiswa difabel yang menghuni Rusunawa 1 dan Ramsis. Pertimbangannya adalah bagi mahasiswa difabel yang berkebutuhan khusus, tempat tinggal berkaitan juga dengan aksesibilitas, keamanan, kemandirian, dan adaptasi lingkungan. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan proses studi mereka di Unhas.

4. Direktorat PUPA sebagai pengelola Rusunawa dan Ramsis kemudian tidak lagi mengaktifkan Virtual Account (VA) untuk pembayaran sewa bulan Juli 2026. Namun demikian, sesuai arahan pimpinan universitas, disiapkan alternatif dan langkah khusus untuk penghuni kelompok prioritas dan kelompok khusus, dimana dalam kelompok ini terdapat mahasiswa internasional, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang baru, termasuk mahasiswa difabel..

5. Dengan kebijakan khusus ini, diharapkan mahasiswa difabel dapat tetap menempati hunian di dalam area Rusunawa atau Ramsis. Jika harus berpindah tempat, akan dipastikan mereka akan berpindah di dalam area yang sama, sehingga dapat mendukung mobilitas dan aksesibilitas, serta memastikan ruang aman dan adaptasi lingkungan.

6. Unhas berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi mahasiswa difabel, dalam rangka memberi ruang bagi prinsip pendidikan inklusif. Komitmen ini diwujudkan dengan berbagai langkah, antara lain skema penerimaan mahasiswa baru melalui jalur afirmasi, pembentukan Pusat Disabilitas Unhas, pembenahan secara bertahap ruang kampus yang aksesibel, dan berbagai langkah strategis lainnya.

Terakhir Ishaq Rahman juga menjelaskan bahwa apa yang di sampaikan mahasiswa difabel karena adanya misinformasi dan akan jadi bahan evaluasi Unhas.

“Proses administrasi terkait kebijakan pengosongan Rusunawa dan Ramsis sementara berlangsung ditingkat pimpinan, namun informasi tersebut tidak tersampaikan dengan baik kepada para mahasiswa difabel yang mendiami hunian tersebut. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi unhas dalam mengelola komunikasi publik internal, khususnya yang berlangsung lintas Unit” Jelasnya.