Luwu Timur Selangkah Lagi Jadi Tuan Rumah Porprov Sulsel XIX 2030, KONI Sulsel Lakukan Visitasi Venue

oleh -2 pembaca
oleh

LUWU TIMUR – Kabupaten Luwu Timur semakin dekat untuk ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XIX Tahun 2030. Hal itu ditandai dengan kunjungan Tim Penjaringan dan Penyaringan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel yang melakukan visitasi dan pengecekan kelayakan venue olahraga di Luwu Timur, Sabtu (30/5/2026).

Visitasi yang berlangsung hingga Minggu (31/5/2026) tersebut merupakan tahapan penting dalam proses penetapan tuan rumah Porprov Sulsel XIX. Tim KONI Sulsel melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas olahraga yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Ketua Harian KONI Sulsel, Chalid Suang, saat memberikan sambutan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, menjelaskan bahwa secara administrasi Luwu Timur telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dan dinyatakan lolos verifikasi berkas.

“Visitasi ini merupakan tahapan pencalonan. Dari sisi administrasi, Luwu Timur sudah memenuhi syarat sehingga naik dari bakal calon menjadi calon. Hanya Luwu Timur yang mendaftar, jadi calon tunggal,” kata Chalid.

Menurutnya, status calon tunggal yang kini disandang Luwu Timur menjadi modal kuat untuk menjadi tuan rumah. Namun, keputusan final tetap akan ditentukan melalui Rapat Kerja KONI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di Makassar pada 13 Juni 2026.

Rapat kerja tersebut akan diikuti oleh 23 pengurus KONI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan serta perwakilan dari 43 cabang olahraga tingkat provinsi. Hasil rapat nantinya akan menjadi rekomendasi resmi yang disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk ditetapkan melalui keputusan gubernur.

Chalid menilai wilayah Luwu Raya sudah layak mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan pembinaan olahraga di Sulawesi Selatan. Apalagi, Porprov sebelumnya digelar di Sinjai-Bulukumba pada 2022 dan edisi berikutnya akan berlangsung di kawasan Bosowa yang meliputi Bone dan Wajo.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Asisten I Sekretariat Daerah Luwu Timur, Aini Endis Enrika, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pembenahan berbagai fasilitas pendukung.

“Kami terus membenahi sarana dan prasarana, termasuk aksesibilitas, kenyamanan, dan keamanan agar Luwu Timur semakin siap menjadi tuan rumah. Kami mohon arahan dan bimbingan agar Luwu Timur lebih siap,” ujarnya.

Jika resmi ditetapkan, Luwu Timur akan mencatat sejarah sebagai daerah pertama di kawasan Luwu Raya yang menjadi tuan rumah Porprov dalam kurun waktu sekitar tiga dekade terakhir. Selain menjadi ajang pembinaan dan prestasi olahraga, penyelenggaraan Porprov XIX Sulsel 2030 juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan status calon tunggal dan dukungan penuh pemerintah daerah, peluang Luwu Timur menjadi tuan rumah Porprov Sulsel XIX Tahun 2030 kini semakin terbuka lebar. Keputusan akhir tinggal menunggu hasil rapat kerja KONI Sulsel pada pertengahan Juni mendatang.