Cetak Operator Bersertifikat, Distransnaker Luwu Timur Siapkan SDM Lokal Rebut Peluang Kerja Industri

oleh -5 pembaca
oleh

Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program Pelatihan dan Pembinaan Operator Alat Berat bersertifikat Kemnaker/SIO. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertambangan, konstruksi, dan transportasi logistik.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Timur, Joni Patabi, S.Sos, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar industri nasional.

Sebagai implementasi program tersebut, Distransnaker Luwu Timur bekerja sama dengan PT Tri Nur Global menyelenggarakan Pelatihan dan Pembinaan Operator Alat Berat Dump Truck dan Excavator Sertifikasi Kemnaker/SIO Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari 113 operator Dump Truck dan 87 operator Excavator.

“Permintaan tenaga operator alat berat terus meningkat, tetapi banyak tenaga kerja kita yang belum memiliki sertifikat resmi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan masyarakat Luwu Timur dapat bersaing dan diterima di perusahaan-perusahaan besar,” ujar Joni Patabi, Senin (26/05/2026).

Hal tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu, selanjutnya mempertegas serta mengingatkan jika kegiatan sudah berjalan.

Selama empat hari, para peserta mendapatkan materi teori, praktik lapangan, serta evaluasi kinerja sebelum mengikuti uji sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Selain keterampilan teknis pengoperasian alat berat, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai keselamatan kerja, etika operasional, dan standar kompetensi industri.

“Pelatihan ini bukan hanya mengajari cara mengoperasikan alat berat, tetapi juga keselamatan kerja, etika operasional, dan standardisasi kompetensi industri. Itu yang membuat sertifikat SIO penting,” jelasnya.

Joni menegaskan, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Luwu Timur dalam meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus memperbesar peluang keterlibatan tenaga kerja daerah dalam berbagai proyek industri.

“Industri yang masuk ke Luwu Timur harus berhadapan dengan SDM lokal yang siap bersaing. Kami tidak ingin masyarakat kita hanya jadi penonton,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan tenaga kerja bersertifikat menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan standar kompetensi yang diakui industri, peluang kerja di perusahaan nasional maupun internasional akan semakin terbuka.

“Banyak perusahaan berskala nasional dan internasional memerlukan operator bersertifikat. Kalau kita siapkan SDM dengan standar industri, maka kesempatan kerja terbuka lebar,” katanya.

Ke depan, Distransnaker Luwu Timur berencana memperluas jenis pelatihan berbasis kebutuhan industri, seperti welding, safety officer, mekanik, dan berbagai bidang keterampilan lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Luwu Timur sebagai salah satu pusat pengembangan SDM unggul di Sulawesi Selatan.

Program pelatihan ini juga mendapat apresiasi dari peserta dan pemerhati ketenagakerjaan yang menilai upaya pemerintah daerah sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.