Luwu Timur — Struktur perekonomian Kabupaten Luwu Timur menunjukkan tren yang semakin sehat dan berkelanjutan. Ketergantungan terhadap sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah mulai berkurang seiring pertumbuhan signifikan sejumlah sektor non-tambang.
Pengamat ekonomi, Afrianto, M.Si, menilai perkembangan tersebut menjadi indikator positif bahwa fondasi ekonomi Luwu Timur semakin kuat dan tidak lagi bertumpu pada satu sektor utama.
“Dengan tumbuhnya sektor-sektor lain hingga mencapai dua digit, ini menunjukkan bahwa perekonomian Luwu Timur tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor pertambangan,” kata Afrianto saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan sektor non-tambang menjadi kabar baik bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Diversifikasi ekonomi dinilai penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Selama ini, Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tambang terbesar di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membuat dinamika ekonomi daerah kerap dikaitkan dengan pergerakan harga dan produksi komoditas tambang di pasar global.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perubahan struktur ekonomi yang cukup menggembirakan. Sejumlah sektor produktif di luar pertambangan mencatatkan pertumbuhan yang tinggi dan menjadi motor baru perekonomian daerah.
Afrianto menilai, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari pertanian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, hingga sektor pariwisata yang terus berkembang.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat semakin luas dan tidak hanya berpusat pada sektor tambang. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi itu juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang mendukung investasi, kemudahan berusaha, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Menurutnya, penguatan sektor-sektor produktif di luar pertambangan akan menjadi kunci bagi Luwu Timur dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
“Ketika sektor tambang mengalami fluktuasi, daerah tetap memiliki sumber pertumbuhan ekonomi lain yang mampu menopang aktivitas usaha dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Afrianto.
Tren pertumbuhan sektor non-tambang tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa transformasi ekonomi di Kabupaten Luwu Timur mulai berjalan, menuju struktur ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.





